Kunjungan Belajar Siswi SMP Qur’an Kota Padang Panjang

Jumat, 20 Desember 2019.

Kunjungan belajar siswi SMP Qur’an Padang Panjang sebanyak 40 orang serta di dampingi 3 orang guru . Siswi mencari informasi terkait dengan tugas yang di berikan oleh Guru.

Setelah itu siswi di pandu untuk melihat foto-foto bersejarah yang ada di ruangan Galeri Arsip Bidang Kearsipan. Selain itu siswa juga mendengarkan paparan atau penjelasan dari Bapak Roni Akbar tentang adanya miniatur Mobil NPM yang merupakan kebanggaan masyarakat Kota Padang Panjang. /red

Kunjungan rombongan dari Bapak Muhammad Fadli Caniago ke Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan

Rabu, 18 Desember 2019.

Kunjungan rombongan dari Bapak Muhammad Fadli Caniago ke Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan, Bidang Arsip menyerahkan buku dan majalah yangg berkaitan dengan Arsip PDIKM (Pusat Dokumentasi Informasi Kebudayaan Minangkabau) yang diterima langsung oleh Kepala Bidang Kearsipan Ibu Elfita Yeni  dan Kepala Seksi Pengolahan dan Layanan Kearsipan Ibu Ririn Farras Fadhli.

Selepas Kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, rombongan menuju ke PDIKM untuk melakukan penataan Arsip di Rumah Gadang yang ada di komplek PDIKM kota Padang Panjang.

Miniatur Mobil NPM ada Di Gallery Arsip

Kamis, 12 Desember 2019.

Di Galeri arsip telah hadir sebuah miniatur bus NPM alat transportasi kebanggan kota Padang Panjang yg sangat bersejarah yang kemaren di dilakukan Penelusuran arsip sekaligus penyerahan miniatur mobil NPM dari pimpinan PT. NPM Bapak Angga Vircansa Khairul kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang yang diwakili Kepala Bidang Kearsipan Ibu. Elfita Yeni hal ini cukup membanggakan kita semua atas sumbangsih beliau dengan pelestarian Arsip sejarah di kota Padang Panjang bagi masyarakat yang penasaran ingin melihat boleh datang ke Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan kota Padang panjang di ruangan galeri arsip mari kenali arsip sejarah lewat galeri arsip Kota Padang panjang.

Sosialisasi Tata Naskah Dinas Perwako

Acara sosialisasi tata naskah dinas perwako nomor 50tahun 2019 yg langsung di buka bapak wakil walikota Padang panjang BPK Drs Asrul yg didampingi oleh Kadis Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan kota Padang Panjang BPK Alvisena Koto, buk sek Neldawati dan Kabid bidang kearsipan ibuk Elfita Yeni dan di kiri oleh peserta yg berasal dari utusan2 dari OPD dan kelurahan dilingkungan kota Padang panjang.

KOMERSIALISASI ARSIP AUDIO VISUAL DAN MENJAGA PERADABAN BANGSA

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menyelenggarakan Workshop Digitasi dan Monetisasi Arsip Audiovisual dari tanggal 25-28 September 2019 bertempat Hotel Alila Surakarta, Jawa Tengah.

Workshop ini bertujuan untuk mengembangkan produk ekonomi kreatif terutama arsip audio visual yang merupakan kekayaan intelektual Bangsa Indonesia yang selama ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal menjadi bernilai komersial tinggi.

Workshop yang diikuti oleh para pelaku ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia, dibuka oleh Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Ricky Joseph Pesik, dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman antara BEKRAF dengan Perum Percetakan Negara RI dan Institute National de I’audiovisual (INA) Perancis.

Workshop diawali dengan Business Talk yang menghadirkan pembicara dari ANRI, INA, Dirjen Kebudayaan, BE KRAF, dan 13 Entertainment.

Dalam Business Talk tersebut Direktur Preservasi ANRI, Kandar mempresentasikan Pengelolaan Arsip Statis Audiovisual. Kandar mengatakan bahwa Arsip Audiovisual di ANRI sangat banyak jumlahnya yang meliputi foto 3.460.868 lembar, film 59.002 reel, microfilm 14.463 roll, microfische 14.262 fische, sound recording 45.445 kaset, video 25.347 kaset, piringan hitam 101 piece, dan optical disc 16.152 keping.

Selama ini ANRI sudah mengelola arsipnya dengan benar mulai dari penyimpanan dan pemeliharaan, restorasi bagi arsip yang rusak, dan digitalisasi untuk kepentingan pelestarian dan akses.

Namun demikian tantangan bagi ANRI dalam pengelolaan arsip audiovisual tersebut antara lain pertama; Indonesia merupakan negara tropis yang bersuhu 18º s.d 38º C dan kelembaban 90 %, padahal suhu yang diperlukan untuk kelestarian arsip tersebut di bawah 18º C dan kelembaban maksimal 55 %. Kedua; obsolete format (betacam, betamex, umetic, dan film) dan ketiga; missing player dalam digitalisasi.

Volume arsip di ANRI yang sangat banyak tersebut belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh para pelaku ekonomi kreatif, sehingga workshop ini sangat baik bagaimana mengoptimalkan keberadaan arsip tersebut untuk kepentingan bisnis.

Di samping arsip tersebut mempunyai manfaat untuk riset, pendidikan, hiburan, dan menjaga peradaban bangsa. Kandar mempersilakan para pelaku ekonomi kreatif untuk memanfaatkan arsip di ANRI untuk kepentingan yang lebih luas termasuk bisnis, namun jangan lupa peradaban bangsa Indonesia harus tetap terjaga karena informasi di dalam arsip tersebut merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia.(kdr)*(lnh)

sumber : www.anri.go.id